Berita
Vaksinasi Covid-19 MCCC di Sikka, NTT : Lewati Karang Tajam dan Ancaman Bulu Babi

Vaksinasi Covid-19 MCCC di Sikka, NTT : Lewati Karang Tajam dan Ancaman Bulu Babi

Sikka, Nusa Tenggara Timur. Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 bagi warga kepulauan dan kawasan pesisir di Kabupaten Sikka.  

Acara pembukaan vaksinasi digelar hari ini (23/08) dihadiri secara online oleh perwakilan dari Pusat Krisis Kemenkes RI, dokter Widiana K Agustin dan Koordinator Divisi Diseminasi Informasi dan Komunikasi MCCC PP Muhammadiyah, Budi Santosa.

Kemudian Ketua PDM Kabupaten Sikka, Ihsan Wahab beserta jajarannya. Kemudian hadir mewakili Bupati Sikka, Camat Kangae Jemi Satriawan Sadipun beserta undangan lain termasuk dari jemaat gereja Katolik setempat, hadir secara langsung di lokasi pembukaan, Puskesmas Waipare.

Dokter Widiana mengapresiasi vaksinasi di Kabupaten Sikka kerja oleh MCCC PP Muhammadiyah dan PDM Sikka. “Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi warga Kabupaten Sikka. Kita harapkan, kita bisa membentuk kekebalan masyarakat, sehingga warga masyarakat bisa saling melindungi dari Covid-19,” katanya.

Budi Santosa dalam sambutannya menyampaikan harapannya tentang vaksinasi di Sikka. “Harapan kami vaksinasi di Sikka ini mampu memberikan ketahanan pada masyarakat di Sikka agar lebih tahan hadapi pandemi dan mengurangi resikonya kalaupun diberi amanah terinfeksi Covid-19,” katanya.

Secara khusus Budi Santosa mengucapkan terima kasih kepada gereja Katolik setempat. “Terima kasih juga kepada para uskup, pendeta yang bermitra dengan Muhammadiyah untuk membangun gerakan vaksinasi di Indonesia bagian timur ini,” ujarnya.

Sementara Ketua PDM Sikka, Ihsan Wahab mengatakan vaksinasi ini adalah ikhtiar meredam penyebaran Covid-19. “Dengan adanya kekebalan kolektif minimal 70% jika sudah divaksin, maka insya Alloh aman. Kita bisa beraktifitas seperti biasa tapi seperti anjuran Menteri Kesehatan, tetap dengan menjalankan 5M,” kata Ihsan Wahab.

Camat Kangae, Jemi Satriawan Sadipun mewakili Bupati Sikka yang berhalangan hadir. membuka secara resmi Vaksinasi. Dalam sambutan singkatnya, Jemi juga mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah Sikka yang sudah bersusah payah melaksanakan vaksinasi khususnya bagi warga Kangae.

Vaksinasi di Pulau Parumaan

Vaksinasi yang didukung penuh oleh Kementrian Kesehatan RI ini sudah dimulai pada hari Sabtu (21/08) dengan sasaran warga kepulauan. Sasaran pertama adalah warga Pulau Parumaan dan pulau-pulau di sekitarnya.

Pulau Parumaan terletak di sisi utara Laut Flores, arah timur laut dari Maumere, ibukota Kabupaten Sikka. Pulau ini  dihuni oleh para nelayan dari suku Bajo dan Bugis dan masuk Kecamatan Alok.

Hadir mendampingi vaksinasi tersebut, Bupati Sikka Roby Idong beserta rombongan, kepolisian dari Polsek Alok dan jajaran PDM Sikka.

Sedangkan tim vaksinator terdiri dari 3 dokter dan nakes lain berasal dari Puskesmas Waipare serta Teluk. Tim dibagi jadi 3 rombongan untuk menyisir kampung-kampung di pesisir kepulauan.

Tim 1 dipimpin dokter Emdan dibantu vaksinator dari puskesmas Waipare. Tim ini menyisir sisi utara pulau besar yaitu dusun Pandang, Karang dan Naga dengan jumlah peserta ada 72 orang. Sementara dua dusun lain yaitu Loang dan Nele di kawasan yang sama, tidak terjangkau karena air laut surut.

Tim 2 dipimpin oleh dokter Sri, konsentrasi di Parumaan dibantu vaksinator dari Puskesmas Waipare dengan peserta sebanyak 183 orang. Sedangkan tim 3 dipimpin oleh dokter Jonatan dibantu vaksinator Puskesmas Teluk menyisir kawasan Nebura, Dambila dan Koja.

Darman Eldin, salah seorang panitia dari PDM Sikka menuturkan perjalanan menuju lokasi vaksinasi tidak mudah. “Saat menuju Kampung Mageroneng Desa Darat Pantai, sampai di lokasi air laut pas surut, kami harus berjalan sekitar 1 km menuju pantai. Pakaian yang kami kenakan juga basah kena air laut,” kata Darman.

Selama jalan kaki itu, rombongan harus ekstra hati-hati. “Banyak batu karang tajam dan hewan Bulu Babi yang mengancam selama perjalanan. Jika kami tidak hati-hati bisa terluka, apalagi jika kena duri Bulu Babi, sakit sekali rasanya,” tutur Darman.

Beruntungnya, meskipun hadapi tantangan yang tidak mudah, Darman mengabarkan bahwa vaksinasi bisa berjalan dengan lancar dan semua anggota tim bisa kembali lagi dengan selamat tanpa ada yang mengalami cidera.

1 thought on “Vaksinasi Covid-19 MCCC di Sikka, NTT : Lewati Karang Tajam dan Ancaman Bulu Babi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *