Berita

Sinergi MCCC dan ‘Aisyiyah Lewat Program Ramadan Bersama Keluarga dan Desa Tangguh

YOGYAKARTA— Agus Samsuddin, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) membuka data bahwa sampai saat ini sudah ada sebanyak 5 perawat dari RS Muhammadiyah terpapar virus covid-19.

Hal tersebut disampaikannya dalam Diskusi Mingguan Online oleh MCCC dengan tema Mencari Format Kolaborasi Pemerintah dan Muhammadiyah dalam Penanganan Pasien Covid-19, Kamis (16/4).

“Selain persoalan kritis mengenai kurangnya ventilator, juga harus memperbanyak tes PCR (Polymerase Chain Reaction). Karena jika tes lebih banyak, harapan kita penanganan akan lebih baik karena petugas medis lebih cepat mengetahui diagnosis psien. Ini bisa mengurangi resiko penularan ke petugas medis kita,” tuturnya.

Lambatnya tes PCR atau yang lebih dikenal dengan SWAB test berdampak pada petugas medis yang memberikan pelayanan. Terkait dengan Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Muhammadiyah telah melangkah jauh, meliputi program kuratif dan prefentif.

Setiap gerak yang dilakukan oleh Muhammadiyah, bukan hanya dijalankan oleh kaum laki-laki. Tapi juga dijalankan seiring sejalan dengan kaum perempuan, yang dalam hal ini direpresentasikan oleh ‘Aisyiyah.

“Terkait dengan Kesmas, Muhammadiyah sudah berjalan cukup jauh dalam melakukan sosialisasi. Dan dengan ‘Aisyiyah melaksanakan sosialisasi keluarga tangguh sesuai dengan BNPB,” tambahnya.

Menyambut bulan Ramadan yang sudah dekat, MCCC akan meluncurkan program Ramadhan Bersama Keluarga dan Desa Tangguh. Kedua program ini akan dijalankan bersinergi dengan ‘Aisyiyah. Kegiatan ini mendukung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah.

Untuk mendukung program ini, Muhammadiyah memiliki infrastruktur lengkap mulai dari tingkatan Cabang dan Ranting di Kecamatan dan Desa. Agus berharap dari komunikasi awal ini, Muhammadiyah dan BNPB/Pemerintah bisa bekerjasama dengan baik.

Terkait pengamanan sosial dan kesehatan masyarakat, Ketua MPKU PP Muhammadiyah ini mengajak masyarakat untuk memperbaiki padangan, sikap dan perilaku dalam menghadapi wabah covid-19 ini.

Sementara itu, dari pihak Pemerintah diwaikili oleh Juru Bicara Pemerintah Pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Achmad Yurianto. Menurutnya pencegahan awal bisa dilakukan melalui save community. Hal ini sebagai pondasi untuk mensukseskan PSBB.

Base Community sebagai tindakan prefentif pra rumah Sakit sebagai cara memaksimalkan usaha untuk memutus mata rantai penularan covid-19. Yuri sapaan Yurianto percaya bahwa bangsa ini mempunyai kekuatan besar untuk mengendalikan wabah ini.

Kepada Muhammadiyah Yuri menyakini bahwa, infrastruktur yang dimiliki oleh Muhammadiyah bisa berperan besar dalam melakukan pencegahan. Dengan menggerakkan setiap unsurnya yang lengkap, Muhammadiyah bisa melakukan edukasi dan itu bisa dimulai dari keluarga Muhammadiyah.

“Kita punya kekuatan besar untuk mengendalikan ini, oleh karena itu jangan pernah merasa pesimis. Tapi sinergitas kolaboratis menjadi solusi, jagan jadi lidi-lidi yang terpisah namun jadilah lidi yang bersatu dan menjadi kuat,” pungkasnya. (a’n)

Sumber : http://www.muhammadiyah.or.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *