Berita

Kebutuhan APD Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah Capai 300 Ribu Buah

Yogyakarta (17/04) — Sejak menunjuk 15 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) sebagai RS tempat merawat pasien Covid-19 dan sekarang sudah menjadi 67 rumah sakit berdasarkan update hari ini (17/04), Muhammadiyah terus meningkatkan peran sertanya dalam membantu pemerintah menanggulangi wabah Covid-19. Tidak hanya menunjuk RSMA miliknya untuk merawat pasien Covid-19, namun berusaha keras mencukupi segala macam kebutuhan rumah sakit-rumah sakit tersebut.

Salah satu kebutuhan penting dalam operasional merawat pasien Covid-19 ini adalah alat perlindungan ciri (APD) yang jenisnya antara lain sarung tangan (panjang, steril dan non steril), masker (bedah dan N95), sepatu boot, face shield, cover all serta sepatu boot. Tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan APD tersebut dalam kondisi seperti saat ini, selain barang langka karena banyak dibutuhkan, harganya juga mengalami kenaikan drastis dari harga normal.

Gambaran jumlah kebutuhan APD ini terlihat jelas dalam laporan harian Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang dipublikasikan melalui situs covid19.muhammadiyah.id. Kebutuhan  masing-masing APD untuk jangka waktu operasional satu bulan untuk 67 RSMA tersebut yaitu cover all 51.008 pcs, masker N95 10.171 pcs, sepatu boot 1728 pcs, face shield 5120 pcs, sarung tangan panjang 2560 pcs, masker bedah 192.000 pcs, sarung tangan steril dan non steril masing-masing 51.008 pcs. Jika ditotal semua mencapai 364.603 APD, jumlah yang tentunya sangat banyak dan membutuhkan biaya besar.

Ini baru kebutuhan operasional untuk satu bulan, sedangkan jangka waktu penanganan pandemi Covid-19 ini tampaknya akan berbulan-bulan mengingat sampai kini Indonesia belum memasuki fase puncak pandemi. Jumlah kasus positif Covid-19 masih terus mengalami kenaikan karena kesadaran warga masyarakat untuk melakukan physical distancing masih belum maksimal.

Muhammadiyah melalui Lazismu sudah melaksanakan penghimpunan dana untuk membiayai penanggulangan wabah ini, namun kerja-kerja Muhammadiyah tidak hanya fokus pada aspek pemenuhan kebutuhan APD rumah sakit, namun juga banyak hal lain seperti penyemprotan disinfektan dan yang sedang mulai digalakkan adalah penghimpunan dana untuk lumbung pangan guna mendukung ketahanan pangan warga baik warga Muhammadiyah maupun bukan.

Dengan kondisi demikian, Muhammadiyah melalui Lazismu membuka kesempatan seluas-luasnya kepada warga masyarakat untuk membantu donasi penanggulangan Covid-19 agar paling tidak operasional 67 RSMA yang merawat pasien Covid-19 tersebut tidak terganggu. Warga yang ingin memberikan donasi bisa langsung mentransfer dana melalui rekening Lazismu Muhammadiyah 0091539444 (BNISyariah) 8780171171 (BCA) 1230099008999 (Mandiri) 1048825539 (BRISyariah).

Selama ini Muhammadiyah menjalankan operasional amal usaha seperti rumah sakit, klinik, sekolah, perguruan tinggi dan panti asuhan ditujukan untuk kepentingan umum, mencakup semua warga negara Indonesia tidak pandang latar belakangnya. Dana yang dihimpun Muhammadiyah kembali ke masyarakat dalam berbagai bentuk pelayanan di berbagai bidang untuk kesejahteraan bersama. (*)

Budi Santoso, S.Psi.
Tim Media MCCC PP Muhammadiyah 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *