Berita
Jihad Kemanusiaan Muhammadiyah

Jihad Kemanusiaan Muhammadiyah

MENARIK tulisan Mark Woodward, di laman facebooknya yang berjudul Religious Holidays in the Plague Year – Lessons from the Indonesian Muhammadiyah Movement . Associate Professor of Religious Studies and is also affiliated with the Center for the Study of Religion and Conflict at Arizona State University ini menceritakan bagaimana organisasi besar keagamaan seperti Muhammadiyah menanggapi mewabahnya Covid-19 di Indonesia.

Menurut Mark Woodward, Muhammadiyah mendasarkan pada hukum agama tetapi sekaligus juga mempertimbangkan ilmu pengetahuan. Kedua landasan ini menurut Mark Woodward yang muncul di maklumat Muhammadiyah, yang dia usulkan untuk dicontoh organisasi – organisasi keagamaan di Amerika Serikat bahkan dunia.

Tentu apa yang disampaikan Mark Woodward tepat dan benar, hanya mungkin belumlah lengkap.

Jihad Kemanusiaan

Muhammadiyah menganggap wabah Covid-19 merupakan persoalan serius yang bisa menghancurkan kehidupan umat manusia. Kamis (5/3) Muhammadiyah membentuk gugus tugas untuk membantu pemerintah dan rakyat Indonesia dengan nama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Dipahami bila wabah Covid19 tidak hanya berdampak pada kesehatan umat manusia akan tetapi menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, landasan bergerak cepat.

Mempertimbangkan dampak tersebut Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) menginstruksikan kepada pimpinan Muhammadiyah seluruh jenjang bahkan sampai tingkat masjid dan jemaah untuk melaksanakan jihad kemanusiaan. Apa yang dilakukan Muhammadiyah DIY dalam jihad kemanusiaan ini?

Pertama, dengan sangat berat dan keikhlasan Muhammadiyah menginstruksikan semua kegiatan keagamaan dalam bentuk mengumpulkan massa seperti pengajian, salat berjemaah. Namun, Muhammadiyah DIY bahkan menegaskan, salat Jumat diganti dengan salat Dhuhur selama masa tanggap darurat. Mengingat DIY sudah dinyatakan Gubernur berada dalam kondisi darurat. Tentu tidak mudah melaksanakan, dibutuhkan semangat jihad kemanusiaan agar kita menyelamatkan kehidupan. Kajian agama berdasarkan Alquran dan hadis Nabi serta hasil riset ilmu pengetahuan menjadi landasan untuk meniadakan kegiatan keagamaan tersebut.

Kedua, menyiapkan rumah sakit untuk membantu masyarakat yang terinfeksi virus korona. Secara nasional ada 35 rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah yang siap merawat masyarakat yang terpapar Covid-19. Data satuan tugas (MCCC) PP Muhammadiyah hingga 2 April, secara nasional telah merawat 938 ODP, 224 PDP dan 12 terkonfirmasi positif Covid-19. Di DIY, Muhammadiyah menyiapkan PKU Yogya, PKU Gamping dan PKU Bantul. Ketiga, Muhammadiyah dari tingkat wilayah hingga ranting dan takmir masjid melakukan edukasi/sosialisasi pola hidup sehat dan bersih sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Keempat, dalam jihad kemanusiaan, Muhammadiyah DIY menginstruksikan untuk melakukan gerakan ketahanan pangan berbasis ranting dan masjid. Salah satu cara memutus rantai penyebaran virus ini adalah dengan berdiam di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah. Dampaknya perekonomian menjadi lesu dan pendapatan masyarakat terutama sektor informal menurun. Perlu usaha bersama untuk saling membantu (taíwun) sesama masyarakat. Muhammadiyah DIY menginstruksikan di tingkat ranting dan masjid mendata calon donator dan warga yang terdampak secara ekonomi.

Membantu Pemerintah

Apa yang dilakukan Muhammadiyah mulai tingkat ranting hingga pusat, hanya bersifat membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia. Pemerintahlah yang mempunyai kemampuan dan sumber daya besar. Maka cepat atau lambat wabah berlalu sangat tergantung dengan pola dan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

Tentu tidak mudah. Meminjam ungkapan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Abdul Muíti : ‘parameter kualitas pemimpin dan kepemimpinan adalah kemampuan menyelesaikan masalah. Bagaimana kualitas pemimpin Indonesia? Silakan menilai mereka saat ini.’ Sikap optimis harus tetap ada karena itu semangat bangsa ini. Mangga, kami rakyat Indonesia dibimbing untuk menghadapi wabah ini.

(Arif Jamali Muis, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY).

Sumber : www.krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *