Berita
Haedar Nashir : Kita Garda Terdepan Perangi Covid-19

Haedar Nashir : Kita Garda Terdepan Perangi Covid-19

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pesan yang disebarluaskan melalui podcast hari ini mengajak warga masyarakat untuk ikut ambil bagian menjadi pejuang di garis depan dalam melawan wabah Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini.

Haedar mengatakan bahwa bahwa tenaga medis dan rumah sakit merupakan benteng terakhir yang sangat penting melawan wabah Covid-19 ini, jika para tenaga medis tersebut berguguran maka tidak ada lagi yang dapat diharapkan untuk membendung wabah global yang telah menelan banyak korban termasuk di Indonesia tersebut. Selanjutnya Haedar Nasir mengajak warga masyarakat untuk berkorban bersama-sama memutus rantai penularan sebagai tindakan yang hebat dan mulia.

Seperti diketahui bersama bahwa kasus covid-19 pertama di Indonesia diumumkan pada tanggal 2 Maret yang lalu dan kini tanggal 30 Maret 2020 berdasarkan data yang dirilis situs resmi covid-19 milik pemerintah, covid19.go.id, jumlah yang positif terinfeksi virus corona berjumlah 1414 orang, 75 orang sembuh dan 122 orang meninggal dunia. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan masa tanggap darurat wabah Covid-19 ini terhitung sejak tanggl 29 Februari hingga 29 Mei 2020. 

Muhammadiyah sebagai ormas yang selalu tanggap terhadap bencana yang terjadi di tanah air telah membentuk Muhammadiyah Covid Comand Center (MCCC) pada tanggal 5 Maret 2020 silam. Awalnya gugus tugas tersebut ditugaskan untuk menyiapkan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) agar siap menerima pasien dengan gejala Covid-19.

Dalam perkembangan selanjutnya, MCCC dibentuk juga di tingkatan wilayah (provinsi) dan daerah (kabupaten/kota) diinisasi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat. Hingga kini, MCCC sudah melaksanakan berbagai aktifitas dalam rangka penanggulangan wabah Covid-19.

Diantara berbagai aktifitas yang sudah dilakukan yaitu membuat panduan pencegahan Covid-19, mendorong majelis dan lembaga utk mengeluarkan himbauan serta tuntunan kepada warga persyarikatan juga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) utk menerapkan pencegahan Covid-19, bermitra dengan Satgas Covid-19 pemerintah melalui BNPB dalam pencegahan nasional Covid-19 kemudian memproduksi materi edukasi Covid-19 berupa infografis, artikel, video, dialog/talkshow baik TV maupun radio. Sedangkan di tingkat daerah hampir semua melaksanakan disinfektasi AUM dan tempat-tempat umum

Yang menarik berbagai kegiatan MCCC dominan dilaksanakan secara online karena tuntutan untuk melakukan social dan physical distancing tak terkecuali rapat-rapat, dialog/talkshow di berbagai tingkatan dari pusat hingga daerah memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan yang bersifat offline dan harus langsung secara fisik terbatas jumlahnya seperti disinfektasi AUM serta tempat umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *