Berita

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Yogyakarta (02/04) — Perkembangan reaksi warga masyarakat terkait wabah Covid-19 dari hari ke hari menunjukkan kecemasan yang cenderung meningkat. Dari warga yang takut karena tetangganya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga penolakan jenazah pasien Covid-19 yang terjadi di beberapa daerah. Warga yang menolak jenazah pasien Covid-19 bahkan berani berkonflik dengan para petugas dari kepolisian yang mengawal pemakaman.

Selain oleh warga, kecemasan bisa juga dialami oleh para tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garda terdepan penanganan pasien Covid-19. Resiko dan kondisi kerja yang dihadapi, kelangkaan Alat Perlindungan Diri (APD) hingga timbulnya kasus penolakan warga terhadap nakes yang kos/ngontrak di lingkungan mereka.   

Untuk membantu warga maupun tenaga kesehatan atasi kecemasan tersebut, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) membuka Layanan Dukungan Psikososial (LDP) psikolog. Layanan tersebut berupa konsultasi psikologi secara online melalui nomor Whatsapp. Ada 60 psikolog dari berbagai universitas, lembaga maupun individual yang ditugaskan untuk melayani warga dengan jam-jam konsultasi yang sudah ditentukan.

Para psikolog tersebut bekerja di bawah koordinasi Ratna Yunita, psikolog dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Nita demikian panggilan akrab Ratna Yunita, mengatakan bahwa kecemasan-kecemasan itu bisa menimbulkan tekanan dan bisa mengganggu mental seseorang. “Dalam jangka waktu lama kondisi itu bisa berpengaruh pada imunitas tubuh kita,” katanya.

Nita juga mengingatkan maraknya informasi hoaks terkait Covid-19 ini dan berharap agar warga selektif menerima informasi. “Informasi hoaks tersebut juga dapat meningkatkan kecemasan warga, bahkan bisa membuat warga salah mengambil sikap, ujung-ujungnya bahkan bisa membahayakan,” tuturnya.

Lebih lanjut Nita menjelaskan bagi warga yang ingin berkonsultasi dapat menghubungi admin LDP MCCC melalui nomor WA : 0878-3885-8381 (Nita), 0878-9469-6641 (Dewi) dan 0882-1661-8700 (Khotim) kemudian mengisi form yang disediakan. “Setelah mengisi form, konfirmasi ke admin selanjutnya admin akan menghubungkan warga dengan psikolog yang bertugas sesuai jadwalnya melalui kontak Whatsapp,” ujarnya.

Konsultasi psikologi yang gratis tersebut efektif mulai dibuka sejak tanggal 1 April kemarin dan akan berlangsung hingga akhir September 2020. “Kami berharap upaya ini dapat memberikan sumbangsih mengurangi beban warga dalam menghadapi situasi krisis akibat wabah Covid-19 ini,” pungkas Nita.(*)

Tim Media MCCC PP Muhammadiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *